Hubungan Peta dengan Komunikasi Visual Pada Perencanaan Wilayah dan Kota
Dalam
Perencanaan Wilayah dan Kota tidak terlepas dengan yang namanya peta. Bagaimana
seandainya jika kalian sedang melakukan penelitian sebuah kawasan atau wilayah
tanpa adanya sebuah peta, pasti kalian akan mengalami kebingungan, seperti
kemana arah jalannya, batas wilayahnya, ataupun sesuatu yang kita tidak ketahui
pada daerah tersebut. Atau pada saat kita akan mempromosikan perencanaan yang telah
kita buat, pasti membutuhkan peta untuk bantuan visualnya.
Sebelum membahas lebih detail lagi tentang peta, kita
terlebih dahulu mengetahui pengertian dari peta. Peta adalah sebuah gambaran
bumi yang diperkecil dan didalamnya mencakup informasi kenampakan alam atau
budaya. Peta juga bisa diartikan sebagai gambaran bumi yang dibuat dengan
perbandingan skala tertentu. Adapun ilmu yang mempelajari tentang konstruksi
peta adalah kartografi.
Dalam menggunakan peta tidaklah sembarangan, karena peta
digunakan sesuai dengan tujuannya. Peta bukan hanya satu yang hanya
memperlihatkan suatu daerah tapi peta juga bisa juga memperlihatkan kenampakan
suatu wilayah. Secara umum peta dibagi menjadi tiga sebagai berikut:
·
Pertama, peta berdasarkan sifat:
Ø peta
topografi (peta dasar),
Ø peta
tematik (peta yang mengandung satu informasi utama) misalnya peta indeks
kemiskinan.
·
Kedua, peta berdasarkan bentuk:
Ø peta
garis (peta hasil pengukuran lapangan)
Ø peta
foto (peta hasil penginderaan jauh)
·
Ketiga, peta berdasarkan skala:
Ø peta
skala besar (skala kurang dari 1 : 10.000) misalnya peta detail kenampakan
alam,
Ø peta
skala sedang (rentang skala 1 : 10.000 – 1 : 100.000) misalnya peta kabupaten
atau kota,
Ø peta
skala kecil (peta yang berskala antara 1 : 25.000) misalnya peta kenampakan
wilayah general.
Peta yang bagus mencakup informasi lengkap didalamnya. Ada
beberapa unsur dalam peta yaitu:
·
Judul peta, judul peta merupakan unsur
utama karena sebelum melihat peta yang dilihat lebih dulu adalah judulnya. Judul
peta pun harus sesuai dengan isinya. Skala
peta, skala peta adalah perbandingan jarak peta dengan jarak sebenarnya.
·
Gambar Contoh Skala
Peta
·
Legenda, legenda merupakan keterangan
atau symbol yang terdapat pada peta.
Gambar
Contoh Legenda
·
Tanda arah, tanda arah pada peta
menunjukkan arah mata angin. Biasanya mata aing yang dituliskan ialah arah
utara.
Gambar
contoh arah mata angin
·
Simbol dan warna, simbol dan warna
menunjukkan satu kenampakan alam yang terdapat pada peta contohnya gunung dan
air. Simbol sendiri dibagi jadi menjadi tiga yaitu:
Ø symbol
peta berdasarkan bentuknya (simbol titik, simbol garis, dan simbol luasan),
Ø symbol
peta berdasarkan sifatnya (bersifat kualitatif dan bersifat kuantitatif),
Ø symbol
peta berdasarkan fungsinya (symbol daratan, symbol perairan, symbol budaya).
Gambar contoh simbol
·
Keenam sumber dan tahun pembuatan peta,
sumber dan tahun pembuatan peta harus ada terrcantum pada peta agar pembaca biasa
melihat apakah peta iu masih bisa digunakan atau tidak. Karena jika peta
tersebut memiliki sumber yang dari tahun sebelumnya yang memiliki rentang yang
cukup lama pasti banyak keadaan-keadaan alam yang telah berubah didalamnya.
Setelah
mengetahui unsur-unsur dalam sebuah peta, selanjutnya mengarah pada produk
perencanaan. Dalam memvisualisasi produk perencanaan di Indonesia dibagi
menjadi dua yaitu:
·
Perencanaan spasial (UU No. 26 Tahun
2007) dan perencanaan nonspasial Perencanaan
Spasial (ruang) mencakup:
Ø RT
RW Nasional (pemanfaatan ruang harus sesuai dengan alokasinya),
Ø RT
RW Provinsi (dengan lingkup satu povinsi),
Ø RT
RW Kabupaten atau Kota,
Ø RDTRK
(wilayah sempit di kabupaten atau kota),
Ø RTBL
(lebih kecil dari RDTRK).
·
Perencanaan spasial (UU No. 25 Tahun
2004).merupakan program rencana pembuatan ruang mencakup:
Ø RPJP,
Ø RPJM,
Ø RKPD.
Dalam menyusun produk perencanaan dibutuhkan sosialisasi
kepada masyarakat agar masyarakat tahu gambaran (visual) hasil. Menginformasikan
produk perencanaan yang disusun kepada masyarakat melalui media-media yang
informatif. Hal ini disebabkan oleh peta bukan merupakan satu-satunya media
informatif yang membuat masyarakat paham rencana yang disusun. Ada beberapa
media informatif lainnya yang bisa digunakan untuk menjadi media visual
perencanaan yaitu:
·
Sketchup
yang
merupakan program atau software yang bisa membuat suatu dalam bentuk 3D
contohnya bentuk dasar suatu bangunan, sketchup juga memiliki tool yang sangat
mudah dioperasikan.
Gambar contoh visualisasi oleh Sketchup
Sumber gambar : http://www.leonardo-cad.co.uk/sketchup-pro.html
·
ArcGIS yang merupakan perkembangan
program dari Sistem Informasi Geografis, dalam ArcGis dapat membuat sesuatu
yang 2D dengan luas sesuai yang diinginkan.
Gambar
contoh visualisasi ArcGIS
·
Autocad yang merupakan software yang bisa
digunakan untuk membuat gambar 2D ataupun 3D, software ini lebih unggul dari
software yang lain karena memiliki tingkat akurasi dan presisi yang tinggi, penyimpanan
gambar pada software ini juga memiliki resolusi sesuai yang diinginkan. Pada auto
terdapat beberapa tools yang dapat menunjang komunikasi visual dalam
perencanaan. Saat digitasi objek, terdapat beberapa tools seperti point (titik)
untuk membuat symbol pada lokasi objek, garis (line/polyline) untuk menggambar objek
yang berbentuk panjang, area (polygon) untuk menggambar objek yang berarti
luasannya.
Gambar
contoh visualisasi AutoCAD
Sumber
gambar : http://novitadewiafsari.blogspot.co.id/2015/11/komunikasi-dalam-perencanaan-wilayah.html
·
Corel draw merupakan editor grafik,
biasanya dalam perencanaan digunakan untuk membuat poster produk perencanaan
yang nantinya akan dipromosikan.
Gambar
Contoh visualisasi Corel draw
Sumber
gambar : http://prahitabaskara.blogspot.co.id/2016/09/autocad-software-penunjang-arsitektur.html
Mungkin ini sampai sini saja
pembahasan tentang peta hingga produk perencanaan wilayah dan kota. Semoga bermanfaat
J
Daftar
Pustaka
Bakti,
Surya, Nelly Astuti Hasibuan, Lince Tomoria Sianturi, Ronda Deli Sianturi.
2016. “PERANCANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN CORELDRAW X3 MENGGUNAKAN METODE WBL”. Medan
: STMIK Budi Dharma
Dr.Suparji,
S.Pd,M.Pd, Suparji. 2015. “JURNAL KAJIAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN”. Surabaya
: Universitas Negeri Surabaya
Setyawan,
Ragil Bayu, Munoto. “JURNAL IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG
MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOCAD PADA KOMPETENSI DASAR MENGGAMBAR RENCANA INSTALASI
PENERANGAN”. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya
Waluya,
Bagja. 2013. “Jurnal PETA, GLOBE, DAN ATLAS”.
Pidwirny,
Michael.2008.Fundamentals of Physical Geography 2nd
Edition.Physicalgeography.net







Komentar
Posting Komentar