Solusi Masalah Kependudukan di Indonesia
1.1 Pendahuluan
Masalah
kependudukan di Indonesia masih kurang mendapat perhatian dari khususnya
masyarakat sekitar. Kesadaran akan
pentingnya masalah kependudukan pun sangat kurang. Jika tidak diperhatikan akan
berpengaruh pada masalah ekonomi, masalah pembangunan, masalah lingkungan
maupun masalah yang lainnya. Sebenarnya, sejak dulu sudah banyak upaya-upaya
pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Namun, dari warga negara Indonesia
sendiri masih banyak yang menentang akan program-program yang dikeluarkan
pemerintah untuk mengatasi masalah kependudukan ini.
Salah satu
masalah kependudukan yang terjadi di Indonesia adalah kepadatan penduduk.
Menurut Badan Pusat Statistika, Indonesia memiliki total penduduk sekitar 262
juta jiwa dengan luas wilayah sekitar 1.905 juta km². Hal ini menyebabkan
Indonesia menduduki urutan keempat dari negara yang memiliki jumlah penduduk
terbanyak setelah China, India dan Amerika Serikat (USA). Tidak meratanya
penduduk di Indonesia menyebabkan banyaknya permasalahan terkait hal
kependudukan. Tidak hanya itu, faktor ekonomi
maupun struktur kependudukan di Indonesia menjadikan permasalahan
kependudukan tersebut menjadi semakin kompleks. Sehingga, membutuhkan perhatian
khusus guna kepentingan pembangunan dimasa mendatang. Melalui artikel ini,
diuraikan secara rinci berbagai kendala yang muncul akibat kurangnya kesadaran
masrakat akan pentingnya masalah kependudukan dan alternatif solusi yang dapat
ditempuh.
1.2 Isi
Banyak
masalah kependudukan yang terjadi di Indonesia yang diantaranya akan dibahas
pada bagian ini secara satu persatu. Permasalahan pertama ialah permasalahan
mengenai besarnya jumlah penduduk. Menurut sensus penduduk tahun 1971-2010
jumlah penduduk di Indonesia kian bertambah. Pengaruh jumlah penduduk yang kian
bertambah ialah adanya tekanan penduduk terhadap daya dukung lingkungan.
Karena, kepentingan untuk membangun tempat tinggal akan bertambah dan
mempengaruhi permasalahan terkait daya dukung lingkungan seperti aliran sungai,
daerah resapan air, dll. Selain itu masalah yang muncul adalah terkait lapangan
kerja. Masinya banyak orang yang bergantung pada pekerjaan bukan malah membuka
lapangan pekerjaan. Tetapi semakin laju pertumbuhan penduduk semakin sempit
pula penyediaan akan lapangan kerja. Hal
ini menyebabkan tingginya angka pengangguran. Apabila angka pengangguran
tinggi, maka rasio ketergantungan tinggi. Sehingga negara memiliki tanggungan
besar untuk penduduknya yang dapat menghambat pembangunan dan menyebabkan angka
kemiskinan kian meningkat. Oleh karena itu, upaya untuk menekan laju
pertumbuhan penduduk yang ditawarkan pemerintah harus didukung, seperti
contohnya program KB (Keluarga Berencana), penggunaan alat kontrasepsi,
penundaan dalam pernikahan usia dini, dll. Sehingga penurunan laju pertumbuhan
penduduk diharapkan menurun.
Permasalahan
kedua ialah persebaran penduduk yang tidak merata. Di Indonesia terjadi
konsentrasi penduduk yang berpusat pada Pulau Jawa. Menurut Badan Pusat
Statistika, hampir 50% penduduk di Indonesia bertempat tinggal di Pulau Jawa. Berikut datanya:
Tabel
1. 1 Data Jumlah Penduduk Berdasarkan
Provinsi
|
No.
|
Provinsi
|
Jumlah
Penduduk
|
|
1.
|
Jawa
Barat
|
47.379.400
Jiwa
|
|
2.
|
Jawa
Timur
|
39.075.300
Jiwa
|
|
3.
|
Jawa
Tengah
|
34.019.100
Jiwa
|
|
4.
|
Sumatera
Utara
|
14.102.900
Jiwa
|
|
5.
|
Banten
|
12.203.100
Jiwa
|
|
6.
|
DKI
Jakarta
|
10.277.600
Jiwa
|
Sumber:
Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, 2017
Hal ini menjadi masalah apabila
pusat pemerintahan ataupun informasi hanya berada di satu wilayah. Penduduk
akan melakukan migrasi dan akhirnya akan berdampak pada permasalahan dalam
pemerataan pembangunan.
Untuk
mengatasi permasalahan kependudukan yang terus-menurus terjadi diperlukan upaya-upaya
yang dilakukan dengan campur tangan masyarakat. Upaya yang dilakukan
diantaranya adalah dengan menimbulkan rasa kepedulian terhadap negara terkait
kependudukan seperti turut serta dalam mengikuti program KB yang akan
mengurangi angka kelahiran, melakukan transmigrasi ke wilayah yang tidak padat
penduduk, menambah dan menciptakan lapangan kerja, menunda masa perkawinan,
perlunya pengetahuan dalam hal kependudukan dan meningkatkan produksi dan
pencarian sumber daya alam. Dengan hal ini, kita sebagai masyarakat ikut serta
dalam pembangunan negara dan juga ikut serta dalam membuat Negara Indonesia ini
menjadi lebih baik. Karena, suatu pembangunan negara akan sukses bukan hanya
campur tangan dari tokoh-tokoh masyarakat, tetapi masrakatlah yang sangat
berpengaruh dalam pembangunan negara karena masyarakat yang menjadi objek dari
pembangunan.
1.3 Penutup
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa menurut jumlah penduduknya, Indonesia
termasuk negara yang besar dan menduduki urutan terbesar keempat diantara
negara-negara berkembang lainnya.
Menurut
Badan Pusat Statistik, 50% penduduk Indonesia bertempat tinggal di Pulau Jawa.
Hal ini menjadi masalah besar untuk Indonesia buat kedepannya. Pembangunan
negara akan terhambat sehingga menimbulkan masalah pada pemerataan pembangunan.
Sehingga
dibutuhkannya solusi untuk mengatasi permasalahan itu semua, diantaranya adalah
menimbulkan
rasa kepedulian terhadap negara terkait kependudukan seperti turut serta dalam
mengikuti program KB yang akan mengurangi angka kelahiran, melakukan
transmigrasi ke wilayah yang tidak padat penduduk, menambah dan menciptakan
lapangan kerja, menunda masa perkawinan, perlunya pengetahuan dalam hal
kependudukan dan meningkatkan produksi dan pencarian sumber daya alam
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistika (BPS) Tahun 2018
Daldjoeni N, 1986, Masalah Penduduk dalam Fakta dan Angka, Alumni Bandung

Komentar
Posting Komentar